10 Syarat Penting Aqiqah bagi Umat Muslim yang Harus Kamu Tahu

Artikel » Topik:
aqiqah

Aqiqah Sebagai Wujud Syukur dan Sunnah Nabi

Sebagai umat Muslim, tentu kamu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anakmu, terutama dalam hal ibadah. Salah satu bentuk syukur atas kelahiran buah hati adalah dengan menjalankan aqiqah. Ibadah ini bukan hanya sekadar menyembelih hewan, tapi juga penuh makna spiritual dan sosial.

Aqiqah menjadi bentuk pendekatan diri kepada Allah dan juga cara memperkenalkan anak kepada lingkungan sekitarnya. Dalam tradisi Islam, aqiqah dilakukan sebagai bentuk rasa syukur serta permohonan doa agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh atau salehah.

Namun, sebelum kamu melaksanakan aqiqah, penting untuk tahu apa saja syarat-syaratnya. Dengan memahami syarat aqiqah secara lengkap, kamu akan lebih mantap dan tenang saat menjalankannya.

Pahami Syarat Aqiqah Sebelum Menjalankannya

Melaksanakan aqiqah tidak bisa dilakukan sembarangan, karena ibadah ini memiliki ketentuan yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Jika kamu ingin aqiqah anakmu diterima dan bernilai ibadah, pastikan sudah memenuhi syarat-syarat berikut ini.

1. Niat yang Ikhlas karena Allah

Syarat utama aqiqah adalah niat yang ikhlas. Artinya, kamu melaksanakan aqiqah semata-mata karena Allah, bukan karena gengsi atau ingin dipuji orang lain.

Niat menjadi pondasi dalam setiap amal ibadah. Tanpa niat yang tulus, aqiqah bisa berubah menjadi acara biasa yang tak punya nilai spiritual. Maka dari itu, sebelum menyembelih kambing atau domba, luruskan dulu niatmu ya.

2. Anak Sudah Lahir

Aqiqah hanya bisa dilakukan untuk anak yang telah lahir, bukan yang masih dalam kandungan. Ini sesuai dengan makna aqiqah sebagai rasa syukur atas kelahiran.

Biasanya aqiqah dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Tapi jika kamu belum sempat, masih bisa dilakukan di hari ke-14, ke-21, atau kapan pun saat sudah mampu.

3. Jumlah Hewan Sesuai Jenis Kelamin Anak

Untuk anak laki-laki, dianjurkan menyembelih dua ekor kambing atau domba, sedangkan anak perempuan satu ekor. Ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW.

Namun jika kamu tidak mampu menyembelih dua ekor untuk anak laki-laki, menyembelih satu ekor tetap diperbolehkan. Islam memudahkan, bukan memberatkan.

4. Hewan Aqiqah Harus Memenuhi Syarat

Hewan yang digunakan untuk aqiqah harus sehat, cukup umur, dan tidak cacat. Ini mirip seperti syarat hewan qurban.

Kamu bisa memilih kambing atau domba yang berusia minimal satu tahun, tidak buta, pincang, atau kurus. Pastikan hewan yang kamu pilih benar-benar dalam kondisi baik.

5. Penyembelihan Dilakukan atas Nama Anak

Ketika menyembelih, niatkan bahwa hewan tersebut adalah untuk aqiqah anakmu. Sebutkan juga nama anak saat penyembelihan, sebagai bentuk doa dan pengharapan.

Ini penting karena menyembelih hewan tanpa niat atau tanpa menyebut nama anak akan membuat aqiqah menjadi kurang sempurna secara syariat.

6. Disunnahkan Dilaksanakan di Hari Ketujuh

Hari ketujuh setelah kelahiran menjadi waktu paling utama untuk melakukan aqiqah. Ini sesuai dengan hadis Nabi yang menyebutkan hari ketujuh sebagai waktu pelaksanaan aqiqah.

Namun jika pada hari ketujuh kamu belum mampu, jangan khawatir. Aqiqah bisa dilakukan kapan saja selama anak masih hidup dan kamu belum pernah melakukannya.

7. Memotong Rambut Bayi

Bagian dari aqiqah yang sering dilupakan adalah mencukur rambut bayi. Ini bukan sekadar tradisi, tapi bagian dari sunnah yang dianjurkan.

Setelah dicukur, rambutnya ditimbang, lalu disedekahkan nilainya dalam bentuk emas atau perak kepada yang membutuhkan. Ini bentuk ibadah dan sedekah sekaligus.

8. Memberi Nama yang Baik

Aqiqah juga menjadi momen untuk memberikan nama terbaik bagi anakmu. Nama adalah doa, maka pilihlah yang mengandung makna baik.

Kamu bisa mengambil inspirasi nama dari Al-Qur’an, sahabat Nabi, atau nama-nama dengan arti indah. Hindari nama yang tidak jelas artinya.

9. Daging Aqiqah Dimasak Terlebih Dahulu

Berbeda dengan qurban, daging aqiqah disunnahkan untuk dimasak sebelum dibagikan. Tujuannya agar orang yang menerima bisa langsung menikmatinya.

Kamu bisa mengolahnya menjadi gulai, sate, atau tongseng. Yang penting, hidangkan dengan niat berbagi kebahagiaan.

10. Dibagikan kepada Orang Lain

Terakhir, daging aqiqah sebaiknya dibagikan kepada tetangga, saudara, dan orang yang membutuhkan. Ini mempererat silaturahmi dan menebar keberkahan.

Meski kamu juga boleh menikmati sebagian dagingnya, tetapi utamakan berbagi. Karena inti dari aqiqah adalah syukur dan kebahagiaan bersama.

Tunaikan Aqiqah, Ibadah Sekaligus Bentuk Cinta

Melaksanakan aqiqah bukan hanya menunaikan sunnah Nabi, tapi juga bentuk cinta kepada anak. Lewat aqiqah, kamu menunjukkan rasa syukur, kepedulian, dan niat baik untuk masa depan si kecil.

Jangan ragu untuk mempersiapkan aqiqah dengan baik. Mulai dari niat, memilih hewan terbaik, hingga berbagi dengan sesama. Semua akan menjadi amal jariyah untukmu dan keluarga.

Kalau kamu sedang mencari hewan terbaik untuk aqiqah maupun qurban, dombabaik.com adalah tempatnya. Kami menyediakan berbagai jenis kambing dan domba berkualitas, sehat, dan sesuai syariat.

Kamu bisa bertanya melalui whatsapp admin dombabaik. Kamu juga bisa datang langsung ke tempat peternakan kami di Jl. Wonosari KM 4, Kabupaten Bantul, DIY. Domba Baik juga membuka peluang menjadi reseller kambing qurban, jangan sampai ketinggalan!